Ketika Google berperan seperti tuhan

Kepanikan menyeruak di ruang redaksi KONTAN Online akhir pekan lalu. Semua ini gara-gara Google memblokir situs KONTAN.

Penyebabnya karena situs KONTAN ternyata diblokir oleh Google. Raksasa mesin pencari itu mengumumkan,  situs KONTAN mengandung piranti lunak yang mungkin berbahaya bagi komputer pengaksesnya. Yang mengherankan, bukan hanya situs KONTAN saja yang terkena pemblokiran. E- paper KONTAN, content management system KONTAN juga ikut-ikut diblokir.

Situs berita lainnya juga sama. Vivanews, okezone, antara bahkan termasuk kompas juga termasuk yang turut diblokir.  Uniknya, pemblokiran ini bisa terlihat hanya bagi pengguna browser Mozilla Firefox versi 3.0 ke atas dan Google Chrome.

Tindak Google cs, membuat para petinggi cemas. Web master, para awak TI segera dihubungi meski sedang menikmati libur akhir pekan. Seorang awak TI yang baru saja menjejakkan kakinya di terminal Kampung Melayu, Jakarta sehabis  pulang mudik bahkan harus tergopoh-gopoh mendatangi kantor.

Tak lama diketahui penyebabnya bukan lantaran ada penyusup ke situs KONTAN melainkan karena ada malware dari jasa biro iklan yang bekerjasama dengan KONTAN. Namanya, Innity.

Innity adalah biro iklan online. Umumnya, biro iklan ini bekerjasama dengan banyak situs dan blogs. Dia mencari dan memasangkan iklan di situs atau blogs yang cocok dengan pengiklan.

Akibat malware dari Innity ini banyak situs dan blogs yang menjadi korban. Selain KONTAN, berbagai situs lainnya seperti okezone, bisnis.com, vivanews dan termasuk Kompas. Informasi di internet menyebutkan ada sekitar 600 situs dan blogs yang terinfeksi malware dari Innity ini.

Pengumuman ini kontan saja membikin jantung petinggi dag di dug. Sebab, untuk membersihkan malware itu, semua iklan yang berhubungan dengan Innity harus diputus. Dengan demikian maka otomatis, situs tak akan mendapat pendapatannya.

Saya tidak tahu berapa banyak pendapatan KONTAN yang hilang akibat pengumuman Google itu. Yang pasti, saat itu, situs yang baru saja merubah wajahnya itu tampil polos tanpa iklan. Padahal, biasanya kurang lebihh ada setidaknya ada tiga iklan banner yang saya tahu di situs tersebut. Ini belum terhitung dengan situs lainnya.

Ulah Google ini juga turut merugikan para pembaca yang mengakses memakai Mozilla Firefox dan Google Chrome.  Untungnya, peringatan dari Google ini hanya berlangsung sebentar. Namun tetap saja, pencabutanf pengumuman itu sangat bergantung pada kemurahan hati para awak TI Google. Coba bayangkan bila ini berlangsung dalam sepekan saja. Berapa potential lost yang harus diderita situs-situs tersebut.

Dan untungnya, Google tak memonopoli browser.  Masih ada browser lainnya seperti Internet Explorer dan Opera. Sehingga, para awak redaksi KONTAN tetap bisa menyajikan berita kepada pembaca. Coba bayangkan bila tidak ada maka Goole akan menjadi tuhan bagi dunia maya. Dia akan menentukan mana yang baik dan mana bagi pembaca.

One thought on “Ketika Google berperan seperti tuhan

  1. Menarik juga ceritanya.
    saya saja mau hapus account google.. tapi banyak banget registrasi website lain yang udah terlanjur pake emailnya si google jadi masih berusaha transfer-transfer dulu..

    mungkin innity itu juga merupakan competitor google, jadi oleh mereka di persulit?

    harusnya pemuda indonesia bisa membuat alternative dari google yang lebih secure dan menjamin prifasi user.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s