Biar untung, jadilah kapitalis yang ingin tahu

Kesalahan persepsi mengenai tempat investasi membuat banyak investor tekor. Setidaknya ini merupakan pelajaran dari krisis finansial yang terjadi di Amerika Serikat dan Yunani saat ini.

Zachary Karabell, Presiden Direktur River Twice, mengatakan banyak investor yang belum mengubah pandanganya terhadap realitas baru. “Our compass is broken and our desire for safety is leading to ever greater risk. We need to understand that new reality and quickly,” katanya seperti dikutip dari Time, edisi 24 Mei 2010.

Investor seperti ini lebih percaya dan merasa lebih nyaman dengan kondisi perekonomian negara mereka. Para investor ini cenderung menaruh duitnya di pasar modal dan membeli surat utang lokal. Sebab, mereka selalu beranggapan tempat investasi yang berisiko rendah adalah negara yang memiliki sistem aturan yang jelas dan dibarengi dengan penegakkan hukumnya.

Our compass is broken and our desire for safety is leading to ever greater risk. We need to understand that new reality and quickly

Kenyataannya sekarang coba lihat.  Amerika Serikat yang mempunyai produk domestik bruto (PDB) sebesar US$ 14,4 triliun pada 2008 atau seperempat dari PDB dunia justru kini sedang berjuang dari krisis finansial yang terjadi 2008 lalu. Negara yang dianggap paling demokratis sejagad ini malah harus berjuang keras dari resesi.

Euro terjerembab ke titik terendah dalam empat tahun terakhir (Foto: freefoto.com)

Lalu tengoklah Yunani yang kini sedang berjuang dari jeratan utang. Surat utang negara yang katanya memiliki standar hidup tinggi urutan ke-24 versi The Economist pada 2005 lalu malah dianggap sampah alias junk bond. Pemegang surat utang Yunani siap-siap gigit jari karena surat utang itu sudah tak laku.

Uni Eropa kini malah harus berjuang keras dengan mengucurkan uang sebesar US$ 1 triliun agar krisis utang Yunani tak menyebar ke negara lainnya.  Sebab, bila dana bail out tak segera dikucurkan, virus utang Yunani akan menyebar ke Portugal, Spanyol dan Irlandia.

Negara-negara Benua Biru yang notabene sebagian besar negara maju itu juga harus berjuang keras mempertahankan nilai tukar euro, mata uang mereka. Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar Euro terhadap dollar Amerika Serikat sudah merosot 12,37% sejak awal tahun ini. Bahkan pada  Selasa (18/5) lalu, nilai tukar euro mencapai titik terendah dalam empat tahun terakhir yakni di level 1,2202.

Asia membalikkan persepsi

Yang terjadi kini justru negara-negara Asia kecuali Jepang  dan Amerika Latin terutama Brazil mulai memimpin pertumbuhan ekonomi. China yang menganut sistem otoritarian kini justru memimpin pertumbuhan ekonomi dunia.

Bank Pembangunan Asia memperkirakan pertumbuhan ekonomi Negeri Tembok Raksasa ini berkisar 8,9% untuk tahun ini. Sementara ADB memprediksikan pertumbuhan ekonomi India sebesar 8,2% tahun ini.

Di sektor mikro, kinerja bank-bank China juga lebih sehat kendati di-back up oleh pemerintah. Kinerja Bank of China Ltd misalnya. Laba bank pemberi kredit terbesar ketiga di China, naik sebesar 26% menjadi 81,1 miliar yuan pada tahun lalu. Angka ini melebihi prediksi rata-rata analis yang disurvei oleh Bloomberg.

Prestasi yang sama ditorehkan oleh China Construction Bank Corporation, kompetitor Bank of China. Laba bersih bank pengucur kredit terbesar ke dua di China ini naik sebesar 15% pada 2009 menjadi 106,76 miliar yuan. Tak pelak, pemegang saham bank tersebut bersorak tahun ini.

Jadi seperti yang dikatakan Karabell, untuk menghindari investor harus memahami realitas baru dan bergerak secara cepat. Mereka harus menjadi kapitalis yang selalu ingin tahu (The Curious Capitalist).

5 thoughts on “Biar untung, jadilah kapitalis yang ingin tahu

  1. Gimana kalo nulis pengalaman sendiri aja? Tekor nggak habis bayarin temen2 dulu pake CC ke Paris kemaren? Euro drop loh😀 kikikiki.

    • Itu dia, Ra. Untung kemarin gua sudah mengantisipasi dengan menodong kalian lebih. Ini bukan ambil untung tapi rugi kurs kayak begini.
      Mudah2an masih cukup. Aku masih menunggu saat yang tepat buat nuker euronya. Berminat?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s